Setelah lama tidak menulis disini, akhirnya semalam film ini mampu memaksa gue untuk menulis lagi.
Film indie produksi Yunani yang mempunyai judul asli 'Kyonodontas' yang berarti 'Dogtooth' atau dengan bahasa disebut 'Gigi Taring', judul-nya pasti mengingatkan dengan vampire atau dracula.
Actually film ini sama sekali tidak menceritakan tentang itu, tapi ini film lebih horror, dan lebih seram dari 2 setan diatas..
Mempunyai premis tentang orang tua yang overprotektif terhadap anak, mengisolasi ketiga anak anak-nya dari dunia luar.
Gigi taring yang dimaksud bukan sekedar kiasan, dalam cerita ini, sang Ayah mempunyai peraturan terhadap ketiga buah hati-nya, Sang Ayah mempunyai alasan untuk menahan anak-anak mereka dari buruk-nya dunia luar yang sangat berbahaya, dimana nyawa akan terancam oleh keras-nya dunia, saat dimana anak-anak bisa keluar adalah, saat dimana gigi taring mereka tanggal (copot).
Film yang menjadi perwakilan Yunani dalam ajang Oscar ini merupakan film paling sinting yang pernah gue tonton, tersaji dalam balutan komedi hitam dan dikombinasikan dengan disturbing yang bikin mengernyitkan jidat.
Tak terhitung berapa kali gue tersontak dengan scene-scene yang aneh, bahkan kata-kata anjir selalu terucap.
Penonton diajak melihat sebuah disfungsi keluarga yang terlahir dari sikap kediktatoran seorang Ayah, hingga hasil-nya pun terlihat secara gamblang, dengan ketidak mampuan ketiga anak-nya menjadi dewasa.
Ketika film ini menyentuh gue semakin dalam, kesadaran gue akan satir dalam film ini begitu terbuka lebar, dimana orang-tua jaman sekarang selalu memaksa anak-anak mereka menjadi apa yang orang tua mau, yang menyebabkan anak anak tidak lagi bisa berfikir, dan hanya stuck menjadi robot.
Mungkin juga film ini akan menginggatkan tentang Korea Utara, dimana Diktator sang pemimpin yang membatasi rakyat-nya dari informasi dunia luar, Rakyat-nya selalu percaya terhadap pemerintah, meskipun info bohong dan tidak masuk akal, mereka akan selalu percaya dengan pemerintah, cerita Kim Jong-un tidak buang air besar pun, menjadi kepercayaan rakyat Korut.
Kembali ke film ini, Dogtooth berhasil meraih un certain regard diajang Cannes Film Festival, dengan durasi 97 menit, sang director mampu memaparkan sistem kegagalan sebuah keluarga yang terisolasi, satu-satu-nya orang luar yang berinteraksi dengan keluarga ini adalah Christina yang bekerja menjadi keamanan dimana sang Ayah bekerja,
Christina kerap diajak kerumah untuk memenuhi hasrat seksual anak lelaki satu-satu-nya dari keluarga tersebut, film ini juga sangat eksplisit menggambarkan sebuah hubungan seksual yang vulgar.
At the end, meskipun bertema keluarga, jadi urungkan niat anda untuk menonton film ini bersama keluarga.


2 Komentar
Weww.. nonton Dogtooth juga.
BalasFilm yg absurd banget ~ Love this movie!
Keren banget konsep nya..
BalasLanjut The Lobster, gak kalah bagus juga 👍