Last Shift, 2015 (dir. Anthony DiBlasi)



Dahaga akan horor yang mengasyikkan, akhirnya terpuaskan, setelah Anthony DiBlasi dengan film ini berhasil menakut-nakuti sepanjang sembilan puluh menit. Last Shift sangat mengerti cara menakut-nakuti penonton dari menit awal, tak terkesan buru-buru, atmosfir dan rasa cekam pun dibangun perlahan.

Jessica Loren (Julianna Harkavy) seorang polisi wanita yg mendapat tugas jaga malam, dikantor polisi lama yg akan segera ditutup, seharusnya tugas ini sangatlah mudah, apalagi segala peralatan operasional termasuk panggilan darurat (911) akan langsung dialihkan agar terhubung ke kantor baru. tanpa disadari, film ini dengan santai mengajak penonton untuk menemani Jessica menjaga gedung kosong ini, hingga kejadian-kejadian aneh pun bermunculan, seperti suara suara menakutkan, seorang gelandangan yang tiba tiba muncul di dalam kantor, hingga distress call dari seorang gadis yang mengaku akan dibunuh oleh sejumlah orang.

Jump scare dan "gadis bodoh" merupakan dua hal yang sangat melekat dengan film horor, tapi jangan berharap dalam film ini, DiBlasi meminimalisir keduanya, ingat! bukan meniadakan, tapi mengurangi, meskipun ada beberapa jump scare, tetapi memang tidak terlalu sporadis, dan juga khusus Jessica, setidaknya gue memahami motivasi-nya untuk tetap bertahan dalam gedung itu. Meskipun sedikit demi sedikit keberanian-nya terlucuti, hingga semakin rapuh dan akhirnya membawa ke-ending yang sangat jahat.


Meskipun premis sederhana, dengan formula haunted house, tapi metode nya memang tidak murahan, film ini tidak sembarang mengeksploitasi penampakan setan dengan hentakan scoring yg mengagetkan, DiBlasi mengemas visual-nya dengan gambar gambar disturbing, seperti model hantu yang kental dengan sekte sesat, juga close-up kamera kewajah hantu dengan dempulan make-up yang menyeramkan. Jangan anggap remeh metode tsb, bagai pesan subliminal, scene itu terus tertanam dipikiran, bahkan hingga gue menulis ini.

Last Shift sukses mengingatkan diri, dimana gue sangat menyukai film film horor. ketika tanpa sadar gue merasakan senangnya ditakut-takuti, tidak hanya akan gambar demi gambar yg dihadirkan, juga beragam bunyi yg menambah efek kengerian. hampir satu setengah jam gue merasakan kecemasan.





Previous
Next Post »
0 Komentar