The Invitation, 2016 (dir. Karyn Kusama)



Apakah sebuah pilihan bijak, jika kita mengakhiri penderitaan dengan cara membunuh, tatkala kita atau seseorang menderita dikarenakan hal yang sangat menyakitkan baik fisik ataupun psikis, atau itu hanya sebuah bentuk pelarian atas sebuah masalah yang sudah lelah untuk dilalui?

Film indie besutan sutradara wanita asal New York, yang pernah sukses dengan film thriller Jennifer's Body ini dibuka dengan sebuah tragedi pembunuhan terhadap seekor koyote, yg terjadi ketika Will (Logan Marshall-Green) bersama kekasih nya Kira (Emayatzi Corinealdi) dalam perjalanan menuju sebuah undangan jamuan makan malam dari Eden (Tammy Blanchard) mantan istri Will.
Sebuah perjamuan makan malam tak lain merupakan ajang reuni teman teman mereka setelah 2 tahun tak bertemu, daam kurun waktu dua tahun itu pun Eden menghilang dan menikah dengan David (Michael Huisman) dan tentu saja event tersebut sangat sulit dan kaku untuk Will.
Tapi lambat laun keanehan mulai terasa, dari moment moment akward menjadi curiga bahkan mencekam terlebih setelah pemutaran video footage.


Sebagai pecinta slow-burning thriller, The Invitation merupakan sajian yang nikmat untuk diikuti, naskah nya betul betul mengasyikkan, perlahan menyibak tabir misteri, secara tak langsung, menyinggung sisi psikologis, untuk membangun suasana tak nyaman.
Juga tempo nya merupakan sebuah amunisi yang terbangun dari hasil keresahan karakter Will, menciptakan sebuah stimulus yang membentuk perspektif, dimana penonton akan merasa terganggu dan tanpa sadar akan hanyut ke berbagai macam kecurigaan.

Best motion picture di ajang Strasbourg Film Festival ini bermuara pada sebuah perenungan sekaligus tamparan bagi para pengambil jalan pintas dari sebuah pelarian atas penderitaan. Well sebuah rare thriller yang memikat.


Previous
Next Post »
0 Komentar