The Revenant, 2015 (dir. Alejandro González Iñárritu)


Alam dapat menjadi kawan terbaik, namun kadang alam bisa menjadi lawan mematikan bagi manusia.
Inarritu seakan belum puas dengan 2 piala Oscar yg diraih-nya diawal tahun 2014 lewat Birdman, kali ini director kelahiran Mexico ini mencoba mengeksplorasi keindahan alam.
Selain screenplay yg diarahkan-nya, Sinemaografi memegang peranan penting dalam setiap narasi, mengambil adegan dengan hanya dibantu cahaya Matahari, memunculkan sebuah keindahan secara nyata, mungkin akan beda hasil yang diperolah, jika saja sumber penciptaan adegan hanya diambil dengan latar "green screen"

Film yg sempat kontroversi, karena ucapan media di Inggris yg secara sepihak menyatakan, film ini tidak layak ditonton, mengantarkan Leonardo di Caprio untuk masuk nominasi Golden Globe 2016, mungkin juga Academy Awards. Tidak hanya Leo, pemeran pembantu pria pun masuk di kedua nominasi ajang Dunia film paling bergengsi. Ya, Tom Hardy dengan peran antagonis-nya berperan cukup sentral untuk mengobrak-abrik emosi penonton.

Kembali ke Leo, akting-nya memang patut di acungi empat jempol, total dalam ber-ekspresi, gesture-nya serta rasa, sanggup di gambarkan dengan sempurna, hanya dengan tatapan mata, getaran tubuh tak berdaya sangat nyata dan bisa penonton rasakan.
Salah satu scene terbaik dalam film ini dimana serangan beruang secara brutal, menjadi titik keterpurukan karakter yg diperankan-nya, terus menyeret-nya untuk masuk kedalam lubang dan kehilangan semua yang dicintai.

Minus-nya Inarritu seperti ingin membuat film ini menjadi drama yg emosional, tapi hanya terasa flat dan kosong.
Juga durasi yg terlalu lama.



Previous
Next Post »
0 Komentar