Southbound, 2016 (dir. Roxanne Benjamin, Radio Silence)


Mungkin banyak dari penggemar film tidak menyukai film anthology dengan alasan salah satu segmen tidak sebagus segmen lain-nya atau bisa juga karena cerita yang dipaksakan untuk menyambungkan segmen satu ke segmen lainnya, yang menjadi terkesan kurang matang.
Southbound mencoba untuk menjadi lebih baik dari beberapa film film omnibus yang telah saya tonton, film yang terbagi menjadi 5 segmen ini disajikan dengan cara menarik, sebuah antologi horor, thriller juga sci-fi di jalin menjadi sebuah kesatuan yang manis.

Segmen pertama dimulai dengan garapan Radio Silence, yang menceritakan dua orang pria Mitch (Chad Villella) dan Jack (Matt Betinelli-Olpin) dengan kondisi berdarah darah, dan berusaha lari dari sesuatu yang mengerikan.
The Way Out sukses menjalankan tugas nya untuk memikat penonton, sangat efektif yang tidak hanya membangun suasana menyeramkan di menit pertama film ini tapi juga menciptakan rasa penasaran, diiringi suara berat dari penyiar radio, seakan akan menjadi narator untuk menegaskan sebuah tragedi dan rasa bersalah yang teramat sangat.

Segmen kedua mengisahkan Kim (Nathalie Love), Ava (Hannah Marks) dan Sadie (Fabianne Therese) ketiga wanita yang tergabung dalam sebuah band bernama The White yang sedang melakukan perjalanan untuk melakukan tour band nya, lalu terjebak kedalam sebuah perkumpulan rahasia, segmen ini berjudul Siren yang didirect oleh Roxanne Benjamin. Lalu dilanjut dengan The Accident dari David Bruckner dan Jailbreak dari Patrick Horvath.



Dengan sajian episodik yang inheren, film ini mengikat penonton dengan kejutan demi kejutan dan kesan mistis yang intens, ditambah atmosfer creepy ditiap segmen yang kelam, meskipun mempunyai variasi horor berbeda di tiap babak, tapi tidak menghilangkan aroma horor klasik-nya. Tak hanya kengerian, babak ke babak yang terkoneksi juga menimbulkan kesan misteri yang kumulatif

Sebuah omnibus yang mesti diakui memang digarap dengan bagus, hingga klimaks nya pun Southbound terasa solid, kekuatannya terletak di keempat sutradaranya (yang beberapa nya pernah menggarap V/H/S) ini bekerja dalam sebuah tim, meskipun ceritanya terpisah menjadi 5 bagian segmen dan tidak terikat, namun seolah ada benang merah yang mengikat mereka menjadi satu kesatuan.

Akhirnya film ini ditutup oleh The Way In dengan Home invasion-nya membawa ke akhir cerita yang memberi pesan kepada penonton, bahwa rasa bersalah dan dosa akan terus menghantui-mu, kemanapun kamu pergi.


Previous
Next Post »
0 Komentar