Film yang diadaptasi dari buku yang ditulis oleh Colin Clark, yang berisikan sebuah diary dalam proses pembuatan sebuah film produksi tahun 1957 berjudul The Prince and the Showgirl yg dibintangi oleh Marilyn Monroe, yang pada saat itu Colin Clark menjadi Asisten Sutradara yg terlibat hubungan spesial dengan megabintang tersebut.
Colin Clark (Eddie Redmayne) baru saja lulus kuliah, dan sangat berambisi untuk terlibat dalam proses pembuatan sebuah film, berkat ketekunannya, Colin berhasil menjadi sebuah astrada, dalam sebuah film yg di sutradarai oleh Laurence Olivier (Kenneth Branagh) yang juga masih kerabatnya.
The Prince and the Showgirl merupakan film Inggris pertama untuk Marylin Monroe (Michelle Williams), mungkin karena syuting di luar negeri dan jauh dari keluarga, Marilyn menjadi tidak percaya diri, karena perilakunya juga proses suting jadi tidak berjalan lancar, dari hal keterlambatan sampai lupa naskah menjadi gambaran suting film tersebut.
Dibalik proses suting yang ruwet, penonton diajak melihat sisi lain dari seorang Marylin Monroe, yang sangat manusiawi, kita diajak mengenal sesosok mega bintang, yang hanya merupakan seorang manusia biasa, yang tak lepas dari masalah, dan disaat bersamaan Colin pun menjadi sosok yg bisa menyenangkan Marilyn dengan memberikan solusi dalam menghadapi situasi yang berat, dan hubungannya pun semakin intens.
Film ini menjadikan sebuah imajinasi kepada siapapun yang pernah memikirkan atau berharap untuk bisa menjalin hubungan atau setidaknya bisa mengenal dekat, bersenda gurau laiaknya teman dekat dengan idolanya. Sebagai seorang yg pernah memikirkan hal itu, bagi saya film ini sangat menyenangkan, Colin Clark yg masih muda dan bukan siapa siapa, berkat kerja kerasnya mendapatkan pekerjaan itu, dan akhirnya bisa dekat dengan seorang superstar dijamannya, yang sangat diidolakan oleh banyak orang, kisah yang bagai sebuah dongeng yang sangat diidamkan oleh semua orang.
My Week with Marylin sukses mengungkap sisi lain seorang Marylin Monroe, beliau yang kita tahu sebagai sosok aktris yang glamor, seksi, cantik, nakal, menggoda dan hanya suka bersenang senang, sangat berbanding terbalik dalam film ini, Marylin yang manusiawi, yang hidup penuh dengan kesedihan, kesepian bahkan juga sering disakiti, semakin menyakitkan ketika dirinya tau bahwa semua orang yang mengenalnya pun hanya melihatnya sebagai megabintang, bukan sebagai wanita biasa yang juga sama seperti lainnya, butuh perhatian dan juga kasih sayang, sulit rasanya untuk tidak jatuh cinta dengan Marylin Monroe, ditambah akting luar biasa dari Michelle Williams, difilm inilah saya pertama kalinya mengidolakan Michelle Williams.
Michelle Williams dengan passionate menghantarkan sosok Marylin Monroe yang sensual juga menggoda, dan terpancar secara alami tanpa terlihat berlebihan, disisi lain pun mampu menggambarkan Marilyn Monroe yang manusiawi, yang begitu lugu berbarengan dengan sosok yang depresi, rapuh dan penuh kesedihan, Meskipun Eddie Redmayne dan Kenneth Branagh bermain sangat cemerlang, tapi seringkali tertutup dengan pesona dari departement Akting Michelle Williams. Sangat wajar sekali jika Michelle Williams diganjar Best Actress in Musical or Comedy di Golden Globe.
Meskipun sempat mengalami penurunan tensi karena terlalu lama bermain dengan hubungan cinta antara Marylin dan Clark, tapi meskipun begitu, tidak ada rasa kebosanan melanda terlebih kisahnya sudah membuat saya jatuh cinta, ditambah karakterisasi dari Michelle Williams yang sangat mempesona dan sangat menyenangkan untuk disimak, hingga akhirnya tensi pun kembali naik dan ditutup dengan ending yang cukup manis.




0 Komentar