Why the western? karena dengan set dunia koboy, Tarantino dapat menciptakan semua orang merupakan outlaw.
Opening sequence dengan patung Yesus tertimbun salju diiring score mencekam menjadi pembuka yang sempurna, membawa penonton terhanyut untuk mengikuti ganas nya kehidupan di red rock.
Karya ke-delapan (8) Tarantino yang terbagi 6 chapter, hampir setengah durasi diisi dengan obrolan,
meskipun pace-nya lambat, tapi intensitas dialog sangat tinggi, tidak membosankan dan membuat penonton semakin penasaran.
Upah kesabaran yang hampir dua jam mendengarkan pembicaraan, akhirnya terbayarkan di tiga chapter pamungkas, bloodshed yg berisikan adegan muntah darah hingga kepala pecah cukup menghilangkan rasa penasaran dari ciri khas-nya Tarantino.
Meskipun cast-cast-nya terasa kurang, tapi semua pemeran mampu membuat masing-masing karakter mengeluarkan image gahar-nya, walaupun screen time hanya beberapa menit bagi sebagian artist
seandainya Christoph Waltz, J-Law, Leonardo di Caprio ikut mengambil bagian dalam film ini, tidak memungkinkan untuk menjadi film terbaik Tarantino.
Tapi, duel Samuel L. Jackson dengan Jennifer Jason Leigh menutupi kekurangan itu semua, interaksi mereka selalu menarik untuk disimak, mungkin berkat ambigu, dan monolog kedua karakter yg mereka perankan.
Minus-nya Tarantino tidak mempertahankan delapan karakter yang saling berinteraksi, seperti apa yg selalu beliau gembar-gemborkan pada masa pre-production, IMHO, sehingga judul "The H8ful 8" tidak lagi relevan..


2 Komentar
Eh ini film tahun kemarin om? :O Btw, layoutnya udah diganti ciek...
BalasIya produksinya tahun kemarin ca.
BalasHahaha, abis yang kemaren lu bilang bunga2 sihh.. 😀